NASIONALNEWSTEKNOLOGI

SUV Mobil Listrik Makin Banyak, Konsumen Pikirkan Ini?

BritaBrita.com- Pertimbangan masyarakat dalam membeli mobil listrik mulai mengalami perubahan. Konsumen kini tidak hanya melihat harga kendaraan saat pertama kali dibeli, tetapi juga menghitung biaya yang harus dikeluarkan selama masa penggunaan atau cost of consumption.

Associate Research Director Populix, Susan Adi Putra, mengatakan perilaku konsumen otomotif saat ini semakin rasional. Pengalaman menggunakan kendaraan, biaya operasional, hingga nilai jual kembali mulai menjadi pertimbangan sebelum seseorang memutuskan membeli mobil.

Menurut Putra, perubahan tersebut terjadi karena konsumen semakin mudah mendapatkan informasi mengenai kendaraan yang ingin dibeli. Berbagai informasi bisa diperoleh melalui media sosial, komunitas otomotif, hingga influencer yang membahas pengalaman menggunakan kendaraan.

“Konsumen sekarang sudah mulai mencari informasi secara lebih lengkap sebelum membeli kendaraan. Mereka tidak hanya melihat harga dan spesifikasi, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman penggunaan serta nilai kendaraan tersebut selama dimiliki,” ujarnya di Jakarta.

Salah satu aspek yang diperhatikan adalah nilai penyusutan kendaraan. Konsumen mulai mencari tahu berapa harga jual kembali sebuah mobil setelah digunakan dalam beberapa tahun.

Baca Juga  United Tractors Gandeng SMK Bistek Palembang: Wujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan Melalui Program Bank Sampah

Informasi tersebut membuat calon pembeli memiliki gambaran lebih lengkap mengenai risiko dan biaya kepemilikan kendaraan. Dengan demikian, keputusan membeli mobil tidak lagi hanya didasarkan pada harga yang tertera di diler.

“Selama secara kualitas dan teknis kendaraan tersebut bagus, kemudian pengalaman penggunaannya juga baik, konsumen akan mempertimbangkan nilai yang mereka dapatkan. Harga jual kembali memang menjadi salah satu bagian dari perhitungan tersebut,” kata Susan.

Perubahan cara berpikir ini juga berkaitan dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan di pasar Indonesia. Kehadiran berbagai merek baru membuat konsumen memiliki alternatif produk dengan rentang harga dan teknologi yang semakin beragam.

Dalam kondisi tersebut, konsumen tidak selalu memilih mobil berdasarkan merek atau harga tertinggi. Mereka cenderung mencari kendaraan yang memberikan manfaat sesuai kebutuhan dan anggaran.

Mobil listrik menjadi salah satu produk yang ikut masuk dalam pertimbangan tersebut. Selain harga pembelian, konsumen dapat memperhitungkan biaya energi, perawatan, serta pengeluaran lain selama menggunakan kendaraan.

Baca Juga  Australia Diklaim Terus Rayu Mathew Baker Lepas Timnas Indonesia

Dalam diskusi tersebut, Susan juga menyinggung konsep cost of consumption sebagai cara melihat biaya kendaraan secara keseluruhan. Artinya, konsumen tidak hanya menghitung uang yang dikeluarkan saat membeli mobil, tetapi juga biaya yang muncul selama masa kepemilikan.

“Kalau dulu konsumen mungkin lebih banyak melihat harga saat membeli mobil. Sekarang mereka mulai memperhitungkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan selama memiliki kendaraan tersebut. Jadi, bukan hanya harga pembelian yang menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Perubahan ini menjadi tantangan bagi produsen otomotif. Mereka tidak cukup hanya menawarkan teknologi canggih atau fitur yang banyak, tetapi juga harus memastikan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Pada akhirnya, persaingan mobil listrik di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan harga dan teknologi. Kemampuan menawarkan pengalaman penggunaan serta nilai ekonomis selama masa kepemilikan juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan konsumen.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button