NASIONAL

Jamaah Kloter 4 Gelombang I Asal Palembang Tiba di Makkah, Umroh Berjalan Lancar

Jamaah Kloter 4 Gelombang I Asal Palembang Tiba di Makkah, Umroh Berjalan Lancar

 

Laporan Wartawan BritaBrita.com: Salamah Syahabudin dari Makkah

 

BritaBrita.com, Makkah — Perjalanan panjang yang sarat makna akhirnya bermuara pada satu titik paling dirindukan oleh setiap Muslim: tiba di Tanah Suci dan menunaikan ibadah di hadapan Baitullah.

Rombongan jamaah umroh Kloter 4 Gelombang pertama asal Palembang telah sampai di Makkah setelah menempuh perjalanan dari Madinah, membawa serta harapan, doa, dan kerinduan yang telah lama dipendam.

Perjalanan dari Madinah menuju Makkah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan suasana batin. Dari kota Rasulullah SAW yang menenangkan, menuju kota suci yang menggugah jiwa. Di sepanjang perjalanan, lantunan talbiyah menggema di dalam bus, menghadirkan suasana haru yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Setiap jamaah larut dalam doa masing-masing, mengingat perjalanan hidup yang telah dilalui hingga akhirnya Allah SWT mengizinkan mereka menjadi tamu-Nya.

Ketua rombongan, Piter Abdullah, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian perjalanan hingga tiba di Makkah.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah dalam keadaan sehat wal afiat. Perjalanan dari Madinah menuju Makkah berjalan lancar tanpa kendala berarti. Setibanya di Makkah, jamaah langsung bersiap untuk melaksanakan umroh dengan tertib. Ini adalah nikmat yang luar biasa dari Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan perjalanan ini tidak terlepas dari kekompakan jamaah serta kedisiplinan dalam mengikuti arahan pembimbing. Ia menekankan bahwa menjaga kebersamaan dan saling membantu di antara jamaah menjadi kunci penting dalam kelancaran ibadah di Tanah Suci.

“Kami saling mengingatkan, saling menjaga. Ada yang membantu teman sekamar, ada yang memastikan semua tidak tertinggal. Ini bukan hanya perjalanan individu, tetapi perjalanan bersama menuju ridha Allah,” tambahnya.

Sesampainya di Masjidil Haram, momen pertama melihat Ka’bah menjadi pengalaman yang begitu mengguncang hati. Banyak jamaah yang tidak mampu menahan air mata. Sebagian terdiam, sebagian lagi menengadahkan tangan, memanjatkan doa dengan penuh harap. Ka’bah yang selama ini hanya terlihat melalui gambar dan siaran televisi, kini berdiri nyata di hadapan mata.

Baca Juga  Kakankemenag Kabupaten Lahat Lepas Jamaah Umrah Mega Wisata

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan itu, jamaah mulai melaksanakan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Langkah demi langkah diiringi doa, dzikir, dan istighfar. Tidak ada yang terasa selain kedekatan yang begitu dalam antara hamba dan Tuhannya.

Usai thawaf, jamaah melanjutkan rangkaian ibadah dengan melaksanakan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah. Perjalanan bolak-balik ini menjadi simbol perjuangan dan keteguhan, meneladani kisah Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail AS. Dalam kelelahan fisik, justru terasa kekuatan spiritual yang menguatkan langkah setiap jamaah.

Pimpinan KBIHU Multazam, Piter Abdullah, menjelaskan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan intensif kepada jamaah, agar setiap rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan benar dan penuh makna.

“Kami tidak hanya fokus pada pelaksanaan teknis ibadah, tetapi juga pada pemahaman maknanya. Umroh bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan spiritual yang harus meninggalkan bekas dalam hati. Kami berharap jamaah pulang dengan membawa perubahan yang lebih baik dalam kehidupan mereka,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik selama berada di Makkah, mengingat aktivitas ibadah yang cukup padat serta kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia.

Laporan dari lapangan oleh wartawan BritaBrita.com, Salamah Syahabudin, mencatat bahwa pelaksanaan ibadah berjalan dengan tertib dan lancar. Pendampingan dari tim pembimbing terlihat sangat membantu, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan umroh.

“Sejak tiba di Masjidil Haram, jamaah terlihat sangat antusias. Meski lelah setelah perjalanan panjang, semangat mereka tidak surut. Pendampingan dari tim KBIHU Multazam berjalan efektif, sehingga jamaah dapat mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan baik dan tertib,” lapornya dari Makkah.

Baca Juga  Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru UKB, Prof Iskhaq Ungkap Strategi Sukses Kuliah

Ia juga mengamati bahwa suasana kebersamaan di antara jamaah begitu terasa. Tidak ada sekat usia, latar belakang, atau status sosial. Semua menyatu dalam satu tujuan: beribadah kepada Allah SWT.

Dalam banyak kesempatan, jamaah terlihat saling membantu—mulai dari mengingatkan waktu ibadah, berbagi makanan, hingga mendampingi yang membutuhkan bantuan. Nilai-nilai kebersamaan ini menjadi salah satu keindahan yang terasa selama berada di Tanah Suci.

Bagi sebagian jamaah, perjalanan ini merupakan impian yang telah lama dinantikan. Ada yang menabung bertahun-tahun, ada yang mendapatkan kesempatan dari keluarga, dan ada pula yang merasa ini adalah panggilan yang datang pada waktu yang tepat.

Kini, setelah berhasil menunaikan umroh, rasa syukur menjadi ungkapan yang paling banyak terdengar. Namun di balik itu, terselip harapan agar ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik ke depan.

Ketua rombongan kembali mengingatkan jamaah agar menjaga niat dan keikhlasan selama berada di Makkah, serta memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak ibadah.

“Kita adalah tamu Allah. Gunakan waktu yang ada untuk memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah lainnya. Jangan sia-siakan kesempatan yang sangat berharga ini,” pesannya.

Dengan selesainya rangkaian ibadah umroh, jamaah Kloter 4 Gelombang pertama asal Palembang kini melanjutkan agenda ibadah lainnya selama berada di Makkah. Diharapkan seluruh jamaah tetap dalam kondisi sehat dan dapat menjalani setiap rangkaian kegiatan dengan lancar hingga kembali ke Tanah Air.

Perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dalam kehidupan spiritual setiap jamaah. Sebuah perjalanan yang diharapkan membawa perubahan, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di Tanah Suci ini, setiap langkah adalah doa. Setiap air mata adalah harapan. Dan setiap detik adalah kesempatan untuk kembali menjadi hamba yang lebih baik.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button