REGIONAL

Hati Seorang Anak Untuk Orang Tua

Oleh: Albar Sentosa Subari – Pengamat hukum dan sosial

 

Artikel ini terinspirasi oleh sebuah video yang sempat beredar di media sosial.

Video tersebut berisikan satu momen perilaku seorang gadis , dengan langkah yang pasti menuju bandara untuk penerbangan menuju ibu kota.

Namun sepanjang perjalanan nya membuat penumpang lain nya termasuk termasuk awak pesawat melihat hal hal yang sepertinya diluar kebiasaan dari penumpang umumnya.

Menurut cerita yang bersangkutan, kecurigaan itu berawal saat dia membeli tiket pesawat sendiri padahal dia yang bersangkutan menggunakan stelan baju seragam awak pesawat dari sebuah perusahaan penerbangan.

Akhirnya sebut saja inisial nya NK, mengikuti penerbangan, selama dalam perjalanan NK sempat dicurigai dua orang pramugari karena NK mirip menggunakan seragam mereka.

[14/1, 03.30] Albar Sentosa Subari Unsri: Dan sesampainya di bandara yang dituju , NK diamankan dan di interogasi oleh petugas.

Terlepas dari cerita di atas ada hal yang menarik dibalik peristiwa tersebut.

Baca Juga  Palembang Sudah Siapkan Posko Karhutla di Setiap Kecamatan

Menurut pengakuannya di saat yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi atas video yang beredar sebelumnya, bahwa peristiwa tersebut tidak terlepas dari awal cerita sebelumnya bahwa NK memang berniat untuk menjadi seorang pramugari di sebuah maskapai penerbangan namun tidak berhasil ( gagal ), bahkan sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar karena diiming-imingi seorang yang bersedia membantunya untuk dapat diterima dengan uang sebesar Rp 30.000.000.

Dalam kondisi seperti ini, bagi seorang wanita yang masih berusia muda membuat nya dalam kebingungan dan kekecewaan. Terutama kekecewaan nya terhadap kedua orang tua nya yang sudah berkorban untuk kepentingan anaknya.

Kita hentikan saja cerita NK.

Sebenarnya kisah seperti ini pernah menjadi salah satu pertimbangan seorang anak untuk membesarkan hati orang tua.

Pada tahun 2004, cerita seorang teman dia bersama isterinya berencana akan menunaikan ibadah haji ( saat itu belum ada antrian), besoknya pendaftaran dan pembayaran sudah akan tutup. Dalam situasi demikian sang suami ( teman penulis), masih bimbang karena usia masih muda 40 tahun. Terpikir olehnya untuk menunda keberangkatan.

Baca Juga  Rakor Camat: Tekankan Harus Kawal Program Prioritas RDPS.

Namun Allah SWT memberinya firasat bahwa dia harus berangkat haji sekarang juga, dengan pertimbangan bahwa untuk membahagiakan orang tuanya yang masih hidup.

Kesimpulan dari dua cerita di atas memiliki kesamaan bahwa seorang anak akan berbuat kebaikan untuk membahagiakan orang tua yang masih hidup.

Itu sebagai tanda bakti kepada orang tua.

Membahagiakan orang tua merupakan cita cita seorang anak. Dengan mengharapkan kasih sayang Nya. Khabar terakhir dirinya menurut video yang beredar mendapat perhatian sebuah lembaga penerbangan untuk dididik secara gratis sebagai pramugari. Mudah mudahan terwujud. Dalam bahasa agama nya teringat dengan kata kata indah. Siapa yang membahagiakan kedua orang tua nya, Allah akan sayang dan kasih kepadanya.

Sehingga kurang tepat kalau selama ini predikat ” pramugari gadungan, disebabkan tidak ada niat jahat dan tidak merugikan orang/ pihak lain.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button