Pekerja Sosial ( Social Worker): Profesi Mulia dan Dibutuhkan di Negara Berkembang

Oleh: Drs. H. Bangun P. Lubis, M.Si
(Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial, Stisipol Candradimuka Palembang)
PROFESI pekerja sosial (social worker) mungkin belum begitu populer di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, di balik itu, profesi ini sesungguhnya sangat penting dan strategis dalam membangun kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam menangani masalah sosial yang semakin kompleks.
Apa Itu Pekerja Sosial?
Pekerja sosial adalah individu yang mendedikasikan diri untuk membantu orang lain, baik secara personal maupun komunitas, agar mampu menghadapi tantangan hidup, mengatasi masalah sosial, serta meningkatkan kesejahteraan. Peran pekerja sosial mencakup:
* Mendampingi anak terlantar, korban kekerasan, dan keluarga miskin.
* Memberi konseling bagi mereka yang menghadapi trauma.
* Membantu lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.
* Menggerakkan komunitas untuk lebih berdaya secara sosial maupun ekonomi.
Organisasi profesi pekerja sosial dunia, International Federation of Social Workers (IFSW), menegaskan bahwa pekerjaan sosial adalah profesi yang mempromosikan perubahan sosial, pemecahan masalah dalam hubungan manusia, pemberdayaan, serta pembebasan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Relevansi di Negara Berkembang
Di negara berkembang, kebutuhan pekerja sosial sangat mendesak, karena:
1. Kemiskinan dan kesenjangan sosial masih tinggi. Pekerja sosial membantu menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat.
2. Banyak kelompok rentan. Anak jalanan, korban trafficking, lansia, hingga ibu tunggal sering kali terabaikan tanpa pendampingan sosial.
3. Krisis sosial akibat modernisasi. Urbanisasi, narkoba, pengangguran, dan disintegrasi keluarga melahirkan persoalan baru yang harus ditangani secara profesional.
4. Kebutuhan sentuhan manusiawi. Di tengah kemajuan teknologi, masyarakat tetap memerlukan empati dan bimbingan personal yang tidak bisa digantikan mesin.
Seorang pakar, James Midgley (1995) dalam Social Development: The Developmental Perspective in Social Welfare, menegaskan bahwa pekerja sosial di negara berkembang berperan ganda: mengatasi masalah sosial sekaligus memperkuat pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat miskin.
Dalil dalam Islam
Islam menekankan pentingnya kepedulian sosial, yang sejalan dengan misi pekerja sosial.
1. **Al-Qur’an:**
> “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…”(QS. Al-Maidah: 2)
2. **Hadis Nabi ﷺ:“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)
3. Instrumen sosial Islam:
Zakat, infak, sedekah, dan wakaf adalah instrumen untuk memperkuat kesejahteraan umat. Pekerja sosial berfungsi sebagai pengelola, pendamping, sekaligus penyalur nilai-nilai itu dalam kehidupan nyata.
Keuntungan bagi Klien dan Lembaga Sosial
Peran pekerja sosial bukan hanya memberi manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga bagi lembaga sosial itu sendiri.
* Bagi klien:
* Mendapatkan akses layanan sosial yang lebih tepat sasaran.
* Memiliki pendamping profesional untuk mengatasi masalah psikologis, sosial, maupun ekonomi.
* Dapat mengembangkan kapasitas diri sehingga tidak hanya dibantu, tetapi juga berdaya.
* Bagi lembaga sosial:
* Keberadaan pekerja sosial membuat lembaga lebih **efektif** dalam menjalankan program.
* Lembaga menjadi lebih **akuntabel** karena program berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
* Reputasi lembaga meningkat karena pendekatannya humanis dan profesional.
Pekerja sosial adalah profesi mulia sekaligus panggilan hati nurani. Di negara berkembang, perannya sangat strategis untuk memperkuat jaringan perlindungan sosial dan mempercepat pembangunan manusia. Dalam perspektif Islam, profesi ini sejalan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya agar manusia saling menolong dan memberi manfaat.
Jika negara dan masyarakat mau memberikan perhatian lebih besar terhadap profesi ini, maka pekerja sosial dapat menjadi motor penggerak pembangunan sosial yang berkeadilan, berempati, dan membawa keberkahan.



