SEJARAH-BUDAYA

Ratu Sinuhun Palembang, Perempuan Hebat dari Tahun 1604 Layak Jadi Pahlawan Nasional

 

BritaBrita.com, Palembang — Sejarah mencatat, jauh sebelum wacana emansipasi perempuan bergema di Nusantara, Palembang telah memiliki seorang perempuan agung yang visioner dan berpengaruh besar pada tatanan sosial masyarakatnya.

Dialah Ratu Sinuhun, tokoh perempuan dari tahun 1607, yang namanya kini kembali dibicarakan sebagai sosok yang layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional Perempuan.

Ratu Sinuhun dikenal sebagai perempuan cerdas, religius, dan berwawasan luas. Bersama Sultan Abdurrahman, ia melahirkan Kitab Simbur Cahaya, sebuah karya monumental yang menjadi dasar hukum adat Kesultanan Palembang Darussalam. Kitab ini mengatur berbagai bidang kehidupan masyarakat — mulai dari tata pemerintahan, hukum keluarga, hingga kedudukan perempuan — yang mencerminkan nilai keadilan, moral, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Kebesaran nama Ratu Sinuhun dibicarakan dalam acara budaya bertajuk *“Menggali Kembali Nilai-Nilai Simbur Cahaya dan Peran Perempuan dalam Sejarah Palembang”* yang digelar di halaman **Gedung STISIPOL Candradimuka Palembang**, Sabtu (8/11). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Lishapsari Prihatini, M.Si, Ketua STISIPOL Candradimuka, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Palembang Muhammad Nasir, seniman Febri Al Lintani, serta Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV, RM Fawas Diradja SH, M.Kn, Gelar Jayowikromo.

Menurut Dr. Lishapsari Prihatini, Ratu Sinuhun merupakan sosok perempuan luar biasa yang telah memberikan fondasi bagi kesetaraan dan keadilan sosial di Palembang berabad-abad lalu.

“Ratu Sinuhun adalah simbol kebijaksanaan perempuan Palembang. Melalui Simbur Cahaya, beliau telah menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi penggerak hukum, moral, dan kebudayaan. Seharusnya beliau mendapat tempat di hati bangsa ini sebagai pahlawan perempuan nasional,” ujar Lishapsari.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Palembang Muhammad Nasir menyatakan bahwa nilai-nilai yang dibawa Ratu Sinuhun sejalan dengan semangat kebudayaan dan kemajuan zaman.

“Beliau bukan hanya bagian dari sejarah, tapi sumber inspirasi. Semangat keadilannya masih relevan untuk masyarakat modern. Pengusulan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional adalah langkah yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga  Rumah Limas Terluas dan Tertua di Jalan Temon Palembang, Jejak Kemegahan Wong Kayo Lamo

Seniman Febri Al Lintani turut mengungkapkan pandangan artistiknya tentang sosok Ratu Sinuhun.

“Dalam karya seni, Ratu Sinuhun bisa kita gambarkan sebagai perempuan cahaya — sosok yang menuntun masyarakatnya dengan kelembutan dan kecerdasan. Nilai-nilai yang beliau tanamkan dalam *Simbur Cahaya* itu seperti cahaya moral yang tak padam,” kata Febri.

Sedangkan Sultan Mahmud Badaruddin IV, RM Fawas Diradja SH, M.Kn, menegaskan bahwa Kesultanan Palembang Darussalam sangat mendukung upaya pengusulan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional Perempuan dari Sumatera Selatan.

> “Beliau adalah bagian penting dari sejarah Palembang. Di masa 1600-an, perempuan sudah memiliki peran luar biasa melalui kebijakan hukum. Ini membuktikan bahwa peradaban Palembang telah sangat maju pada zamannya,” tegas Sultan Mahmud Badaruddin IV.

Para tokoh budaya dan akademisi sepakat, pengusulan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya penghargaan bagi sejarah Palembang, tetapi juga pengakuan terhadap peran besar perempuan dalam membangun peradaban bangsa.

 

@bangbangunlubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button