UNSRI Gelar Workshop Brand Guideline untuk Perkuat Identitas Profesional Generasi Muda
Universitas Sriwijaya (UNSRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada 25 November 2025
Kali ini, UNSRI menggelar workshop bertajuk “Pendampingan Perancangan Brand Guideline untuk Membangun Identitas Profesional Generasi Muda” yang berlangsung di Hotel The Zuri Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Komunitas Rumah Cahaya Indonesia (RCI).
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Internasionalisasi dan Alumni (PPKIA) UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, M.T. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk menciptakan talenta digital yang adaptif dan kompetitif.
“Forum seperti ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata komitmen UNSRI untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada Tim PKM dan mitra strategis dari RCI, yang diserahkan oleh Kepala Sub Direktorat Alumni UNSRI, Prof. Deris Stiawan, Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Ketua Tim PKM, Iman Saladin B Azhar, S.Kom., M.MSI., ACP., yang juga menjadi narasumber utama, memberikan materi mendalam mengenai konsep branding, konsistensi visual, hingga strategi penyusunan brand guideline yang profesional.
Ia juga menegaskan bahwa pemahaman brand guideline merupakan fondasi penting dalam membangun identitas yang kuat, baik untuk organisasi maupun personal branding.
“Generasi muda saat ini tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga harus mampu membangun identitas visual yang konsisten dan profesional.
Brand guideline adalah pedoman penting yang memastikan setiap elemen visual mencerminkan nilai dan karakter yang ingin disampaikan,” kata Iman.
Ia juga menambahkan bahwa keterampilan tersebut kini semakin dibutuhkan di era digital.
“Dengan memahami cara merancang brand guideline, peserta dapat menciptakan komunikasi visual yang lebih terarah, kredibel, dan mampu bersaing di ruang digital,” ujarnya.
Materi teknis kemudian dilanjutkan oleh Fajar Aditya Emozha, S.Kom., yang memaparkan “Optimalisasi Peran Brand Guideline dalam Pemanfaatan Digital Marketing”.
Peserta juga mendapatkan demonstrasi penggunaan perangkat lunak profesional seperti Adobe Illustrator dan Adobe After Effects, mulai dari pembuatan grid logo, pemilihan warna RGB/CMYK/HEX, hingga visualisasi motion graphics.
Menurut Fajar, literasi visual menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda. Pelatihan ini dinilai sangat relevan untuk meningkatkan keterampilan praktis dan profesionalisme peserta.
PKM ini telah mencapai realisasi 100% dan menghasilkan beberapa luaran, seperti mockup brand guideline, desain X-Banner, serta portofolio motion graphics yang dapat dijadikan referensi bagi peserta.
Tim PKM berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas komunitas maupun pengembangan karier.(ol)



