Muliakan Orang Tuamu, Seburuk Apa pun Ia di Matamu

Muliakan Orang Tuamu, Seburuk Apa pun Ia di Matamu
Oleh: Ardilah Aquariani
Muliakanlah orang tuamu, meskipun mereka tampak buruk di matamu. Orang tua memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT. Namun demikian, mereka tetaplah manusia yang diciptakan dari tanah—tak luput dari kekhilafan, kesalahan, luapan amarah, dan dosa-dosa lainnya.
Tidak jarang, kondisi itu membuat kita sebagai anak merasa ingin memprotes, bahkan bertanya dalam hati, “Mengapa orang tuaku begini dan begitu?”
Astaghfirullah. Semoga Allah menjauhkan kita dari sikap semacam itu dan mengaruniakan kepada kita hati yang lapang untuk menerima ketetapan-Nya, agar hidup senantiasa berada dalam ridha-Nya.
Allah SWT berulang kali menegaskan agar kita menghormati dan memuliakan orang tua. Bahkan, ridha orang tua—terutama seorang ibu—memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Para ulama menegaskan bahwa keridhaan ibu terhadap anaknya merupakan salah satu jalan menuju keridhaan Allah SWT. Sebaliknya, murka ibu dapat menjadi penghalang turunnya rahmat Allah.
Rasulullah SAW bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
Hadits ini menjadi landasan kuat bahwa berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban moral, melainkan ibadah yang menentukan keberkahan hidup seorang anak.
Namun, sering kali kita lalai dan meremehkan peran orang tua, terutama sosok ibu. Padahal, doa orang tua—khususnya doa seorang ibu—adalah doa yang mustajab dan tidak terhalang. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang tua untuk anaknya termasuk doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.
Doa seorang ibu lahir dari hati yang penuh cinta dan ketulusan, tanpa pamrih. Karena itu, Allah SWT lebih cepat mengabulkannya. Tidak sedikit anak yang meraih kesuksesan, keselamatan, bahkan kesembuhan dari penyakit berkat doa ibunya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 23–24: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
> Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan berdoalah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.’”
Ayat ini menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, adalah bentuk nyata ketaatan kepada Allah SWT.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula.
Masa mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Hingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhoi. Berilah kebaikan kepadaku dan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’”
Allah SWT berulang kali menegaskan betapa mulianya kedudukan orang tua dan besar peran mereka di hadapan-Nya. Namun, kita sering lupa menempatkan posisi istimewa itu, sehingga memperlakukan mereka secara biasa saja, bahkan kerap mengabaikannya.
Orang tua tetaplah manusia biasa yang bisa lupa dan salah. Namun, apa pun kesalahan mereka terhadap kita sebagai anak, jangan sampai itu menjadi alasan untuk menjauh, apalagi membangun tembok yang tinggi hingga merusak hubungan antara orang tua dan anak.
Ingatlah, boleh jadi posisi kita hari ini adalah hasil dari doa orang tua, terutama doa ibu. Jika hati seorang ibu terluka oleh perilaku anaknya, maka keberkahan hidup sang anak pun bisa terhalang. Sebaliknya, jika hati ibu meridhai kehidupan anaknya, Allah SWT akan menempatkan anak itu pada posisi yang baik.
Ada doa yang tak pernah diumbar. Ada tangis yang dipanjatkan kepada Allah agar kehidupanmu baik. Ada perjuangan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanpa berharap balasan materi. Ada waktu yang dihabiskan demi memastikan anaknya tetap hidup dan tumbuh dengan baik.
Semua itu dilakukan agar kita, sebagai anak, bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Jangan sampai satu kesalahan orang tuamu membuatmu melupakan seluruh kebaikan yang telah mereka lakukan. Seburuk apa pun orang tuamu di matamu, ia tetap orang tua yang telah Allah pilihkan untukmu. Sayangi dan muliakan mereka, niscaya Allah akan memuliakan kehidupanmu.



