Universitas Malikussaleh Percepat Kemandirian Ekonomi Pasca Banjir, Akademisi Luncurkan Bantuan Aset di Aceh Utara dan Lhokseumawe

Universitas Malikussaleh Percepat Kemandirian Ekonomi Pasca Banjir, Akademisi Luncurkan Bantuan Aset di Aceh Utara dan Lhokseumawe

BritaBrita.com, ACEH UTARA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Malikussaleh (Unimal) mengambil langkah strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana dengan menyalurkan bantuan aset produktif bagi pelaku usaha terdampak banjir dan longsor di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (20/12/2025).
Program bertajuk “Pemulihan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan Aset pada Kawasan Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Utara dan Lhokseumawe” tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2025 melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat.
Program ini diketuai oleh Jullimursyida, S.E., Ak., M.M., Ph.D., dan melibatkan tim dosen lintas bidang, yakni Dr. Naufal Bachri, S.E., M.B.A, Dr. Mukhlis, S.H., M.H, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom, serta Lusyana Eka Wardani, M.P.W.K. Tim bergerak dari pusat posko menuju sejumlah lokasi terdampak dengan fokus pada pelaku UMKM yang kehilangan alat produksi akibat bencana.

“Kami ingin memastikan bantuan tidak berhenti pada fase darurat. Pemulihan ekonomi harus dimulai agar masyarakat dapat kembali mandiri dan berproduksi,” ujar Jullimursyida.
Distribusi bantuan difokuskan pada sektor usaha kecil yang paling terdampak, antara lain jasa alat tulis dan fotokopi, usaha laundry, serta pengolahan kuliner. Pada tahap awal, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok sebagai penopang dasar, sebelum berlanjut ke tahap pemulihan melalui penyediaan aset produktif siap pakai.
Salah satu penerima bantuan, Suricha Lufia (21), mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh, mengaku bersyukur atas dukungan tersebut. Usaha laundry milik keluarganya rusak akibat banjir. “Dengan adanya bantuan alat ini, saya punya harapan untuk kembali berusaha dan membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.
Penerima manfaat lainnya, Hidayanti (21), yang menjalankan usaha gorengan di Lhokseumawe, juga mengalami kerugian besar akibat seluruh peralatan usahanya terendam banjir. “Bantuan ini sangat berarti agar saya bisa kembali berjualan dan bertahan di tengah kondisi sulit,” ujarnya.
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, M.T., menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam pemulihan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sivitas akademika. “Melalui penyediaan aset produktif, kami berharap masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kemendiktisaintek yang mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam respons bencana secara cepat, inovatif, dan berkelanjutan, guna mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.(Mai)
Editor: Bangun Lubis



