NASIONAL

Palembang Kembali Tergenang, Warga Menunggu Solusi Nyata

Palembang Kembali Tergenang, Warga Menunggu Solusi Nyata

Oleh: Bangun Lubis – Wartawan Muslim

 

Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang pada Minggu (5/4/2026) kembali memunculkan persoalan lama yang belum sepenuhnya terurai: genangan air di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga.

Air menggenang di berbagai titik dengan ketinggian yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Drainase yang tidak optimal, kolam retensi yang meluap, serta aliran anak Sungai Musi yang tidak mampu menampung debit air menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

Sejumlah wilayah terdampak antara lain Sekip Bendung, Angkatan 66, Mayor Ruslan, Dwikora, hingga kawasan belakang kampus lama UIN Raden Fattah Palembang. Sementara itu, ruas jalan protokol seperti Soekarno Hatta, SMB II KM 11, Kolonel Barlian, Basuki Rahmad, R Sukamto, dan Demang Lebar Daun juga mengalami genangan yang cukup parah.

Baca Juga  Kakek Yatin, Veteran Pejuang Kemerdekaan, Terima Bantuan dari Wali Kota Palembang

Akibatnya, arus lalu lintas di beberapa titik mengalami kemacetan panjang. Tidak sedikit kendaraan yang mogok karena terendam air, sehingga semakin memperparah kondisi di lapangan. Aktivitas warga pun terganggu, mulai dari perjalanan kerja hingga akses menuju tempat tinggal.

Bagi warga, kejadian ini bukanlah hal baru. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, genangan air seolah menjadi rutinitas yang harus dihadapi.

Faizah Khairunnisa, warga Sekip Ujung, mengungkapkan harapannya agar pemerintah dapat segera memberikan solusi konkret.

“Kalau hujan deras, air pasti naik. Kami berharap ada langkah nyata agar masalah ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Harapan tersebut mencerminkan kegelisahan masyarakat yang mendambakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Genangan air bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kualitas hidup warga kota.

Baca Juga  Pertanian Sumsel Butuh Penanganan Serius untuk Jadi Sektor Ekonomi Unggulan

Pemerintah Kota Palembang sendiri telah mengantisipasi kondisi ini dengan membentuk satuan tugas (satgas) banjir yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Satgas tersebut disiapkan untuk merespons cepat jika terjadi genangan di wilayah-wilayah rawan.

Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa upaya yang ada masih perlu ditingkatkan. Penanganan banjir membutuhkan langkah yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari pembenahan sistem drainase hingga pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Hujan adalah bagian dari alam yang tak bisa dihindari. Namun, dampaknya seharusnya bisa diminimalisir dengan perencanaan yang matang dan kerja nyata yang konsisten.

Kini, masyarakat hanya berharap satu hal: Palembang yang tetap berjalan normal meski hujan turun deras. Sebuah harapan sederhana yang menunggu untuk diwujudkan.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button