KALAM

Keutamaan Puasa 

Oleh: Albar Sentosa Subari

Sesungguhnya puasa termasuk ibadah dan bentuk ketaatan yang peling utama, sebagaimana disebut dalam hadits dan atsar. Diantar keutamaan nya adalah Allah telah mewajibkan seluruh umat untuk melakukan ibadah puasa, sebagaimana firman Nya;

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ( QS. Al Baqarah ayat 183).

Sekiranya puasa bukanlah merupakan ibadah yang agung, tentulah seorang hamba tidak akan membutuhkannya dalam rangka beribadah kepada Allah, meskipun di dalamnya terdapat pahala yang memang telah Allah wajibkan kepada seluruh umat. Seorang hamba pasti membutuhkan untuk beribadah kepada Allah dan memerlukan dampak positifnya berupa pahala.

[25/2, 03.59] Albar Sentosa Subari Unsri: Diantar keutamaan puasa Ramadhan adalah ia merupakan sebab terampuni nya dosa dan dihapuskannya kesalahan. Disebutkan dalam ash shahiibain, dari Abu Hurairah Ra, bahwasanya Rasulullah bersabda;

Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan beriman dan karena mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu “.

Maksud nya jika ia berpuasa dengan keimanan kepada Allah dan ridho dengan kewajiban berpuasa, mengharapkan pahala dan ganjaran nya, tidak membenci kewajiban berpuasa dan tidak ragu dengan pahala nya, maka Allah akan benar benar akan mengampuni dosa dosanya yang telah lalu.

Disebutkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Ra bahwasanya Rasulullah Saw bersabda; antara sholat sholat yang lima waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari Ramadan ke Ramadhan berikutnya

merupakan penghapus dosa dosa yang ada diantara waktu waktu tersebut, selama dosa dosa besar dijauhi.

Baca Juga  Kedatangan Ulama Mesir ke Sumsel Membuka Ruang Pelatihan Huffaz ke Al-Azhar

Hadis hadis yang Shahih menunjukkan keutamaan puasa dari banyak segi diantaranya

Pertama; Allah mengkhususkan puasa untuk diri Nya.

Berbeda dengan yang lain. Hal ini disebabkan kemuliaan puasa disisi Allah, kecintaannya terhadap puasa, dan tampaknya nilai keikhlasan di dalam pelaksanaan nya. Sebab , puasa merupakan rahasia antara hambanya dengan Rabbnya.

Kedua; Tentang puasa , Allah SWT berfirman dalam hadits tadi ” Akulah yang akan membalasnya.

Dia menyandarkan pahala kepada diriNya yang mulia

Puasa merupakan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah. Kesabaran terhadap apa apa yang diharamkan oleh Allah dan kesabaran atas ketetapan Allah berupa lapar, dahaga serta lemahnya jiwa dan raga.

Ketiga; Puasa adalah perisai. Artinya, puasa adalah sesuatu yang mampu mencegah sekaligus menjadi tabir yang menjaga pelaku nya dari perbuatan buruk dan sia sia.

Jika kalian berpuasa, maka jangan lah mengatakan perkataan yang jelek dan berteriak teriak.

Puasa adalah perisai yang dipakai oleh seseorang hamba untuk melindungi diri dari Neraka . Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir Ra.

Keempat; bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah dibandingkan dengan wangi musik. Sebab , ia merupakan efek dari puasa.

[25/2, 03.59] Albar Sentosa Subari Unsri: Kelima: orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Kegembiraan pada saat berbuka ialah kegembiraan dengan nikmat yang telah Allah berikan, yaitu puasa. Ibadah ini tergolong amal shalih yang paling utama, namun berapa banyak orang terhalang dari puasa. Selain itu, ia juga bergembira dengan apa yang kembali dihalalkan Allah untuk nya, berupa makanan, minuman dan persetubuhan, mengingat hal hal tersebut sebagaimana diharamkan baginya pada saat siang’ hari.

Baca Juga  Sabar: Bukan Sekadar Kata, Tapi Jalan Hidup Seorang Muslim

Adapun kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya yaitu bergembira tatkala ia mendapat balasan yang utuh dan sempurna atas puasanya di sisi Allah ketika benar benar membutuhkan nya. Maksudnya, pada saat terdengar seruan; mana orang orang yang berpuasa?? . Hendaklah mereka memasuki Surga dari pintu ar’-Rayyan. Tidak boleh ada yang masuk dari pintu itu kecuali mereka.

Hadis di atas juga mengandung pelajaran dan bimbingan bagi orang yang berpuasa. Apabila ia dicaci atau diperangi, Hendaklah jangan membalas dengan perbuatan yang serupa agar celana dan peperangan itu tidak berlanjut. Ia juga tidak boleh menunjukkan sikap lemah dengan diam. Akan tetapi, hendaklah seseorang memberi tahu kalau dia sedang berpuasa. Sebagai syarat bahwa ia tidak akan membalas dengan perbuatan yang serupa untuk menghargai puasa bukan karena dia tidak mampu membalas.

Keenam; puasa mampu memberikan syafaat kepada pelaku nya pada hari kiamat.

Puasa dan Al Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari Kiamat ( HR. Ahmad).

Ya Allah, jagalah puasa kami, jadikanlah ia sebagai pemberi syafaat kepada kami, serta ampunilah kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin.

Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw beserta keluarga dan para sahabatnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button