The Power of Bismillah

The Power of Bismillah
Oleh: Albar Santosa Subari – Pemerhati Agama Islam
Ada seorang istri yang sangat salehah. Namun, sayangnya ia memiliki suami yang bermental munafik.
Dalam setiap urusan hidupnya, sang istri selalu memohon pertolongan kepada Allah dan senantiasa mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” dengan istiqamah setiap kali hendak memulai pekerjaan apa pun.
Suaminya sangat membenci kebiasaan itu. Ia menentang keyakinan sang istri terhadap kekuatan Bismillah. Namun, ia tidak memiliki cara untuk menghentikannya.
Suatu hari, sang suami memberikan sekantong kecil emas kepada istrinya sambil berkata, “Jagalah barang ini.”
Sang istri menerimanya dengan mengucapkan,“Bismillahirrahmanirrahim,”
lalu menyimpannya dalam lipatan kain sambil kembali berucap,“Bismillahirrahmanirrahim.”
Ia kemudian menyembunyikannya di tempat rahasia, masih dengan ucapan yang sama.
Keesokan harinya, sang suami mencuri kantong emas itu dan membuangnya ke laut dengan maksud menghinakan istrinya dan meruntuhkan keyakinannya. Setelah membuangnya, ia kembali ke tokonya.
Menjelang siang, datang seorang penjual ikan membawa dua ekor ikan. Sang suami membelinya, lalu menyuruh penjual itu mengantarkannya ke rumah agar istrinya memasak ikan tersebut untuk makan malam.
Ketika sang istri membelah perut salah satu ikan itu, betapa terkejutnya ia melihat kantong emas di dalamnya. Dengan tenang ia berkata,“Bismillahirrahmanirrahim,”
lalu mengambilnya dan meletakkannya kembali di tempat semula.
Malam pun tiba. Sang suami pulang, dan istrinya menghidangkan ikan bakar. Mereka pun makan bersama. Di tengah makan, sang suami berkata,
“Ambilkan kantong emas yang pernah kuamanahkan kepadamu.”
Sang istri bangkit sambil mengucapkan,
“Bismillahirrahmanirrahim,”
lalu menyerahkan kantong emas itu kepadanya.
Sang suami sontak terperanjat. Ia memandang kantong emas itu dengan penuh keheranan. Seketika ia tersungkur bersujud kepada Allah. Hatinya terbuka, dan ia pun akhirnya menjadi seorang mukmin.
Makna Agung dalam Bismillah
Sebagian ahli sufi mengatakan:
Segala yang terdapat dalam kitab-kitab Allah terdahulu terkandung di dalam Al-Qur’an.
Apa yang ada dalam Al-Qur’an terkandung dalam Surah Al-Fatihah.
Apa yang ada dalam Al-Fatihah terkandung dalam **Bismillah**.
Dan apa yang ada dalam Bismillah terkandung dalam huruf pertamanya, yaitu huruf “Ba”
Menurut mereka, huruf Ba melambangkan satu tempat berpijak seorang hamba dalam menyatakan keesaan Allah dan kefakirannya di hadapan-Nya.
Sebagian yang lain menafsirkan lebih dalam lagi:
Huruf Ba mengandung sebuah titik (nuqthah), yang melambangkan keesaan Allah yang mutlak, sesuatu yang tidak bisa dipecah lagi. Dalam istilah disebut Nuqthah yakni titik awal dari segala ilmu.
Inilah yang konon menjadi alasan mengapa Sunan Kalijaga, ketika berguru kepada Sunan Bonang, hanya meminta diajarkan satu titik: titik pada huruf Ba.
Seandainya air laut dijadikan tinta dan seluruh daun di jagat raya dijadikan kertas, tetap tidak akan cukup untuk menuliskan ilmu Allah.
Jadikan Bismillah sebagai Jalan Cinta
Inilah salah satu bukti The Power of Bismillah—dibaca dengan istiqamah, ia mampu menggetarkan hati dan menyadarkan manusia menuju jalan Allah.
JadikanlahBismillah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di dalamnya terkandung makna kasih dan sayang. Barang siapa menyayangi makhluk di bumi, maka yang di langit akan menyayanginya.
Maka, sayangilah yang kecil, hormatilah yang besar, semata-mata karena Allah SWT, bukan karena yang lain.
Inilah makna pengesaan dalam titik “Ba” dari The Power of Bismillah



