NEWS

Bayi Lahir di Palembang Bakal Langsung Kantongi Akta Kelahiran

Palembang, Brita-Brita.com

Pemerintah Kota (Pemko) Palembang tengah membangun sistem yang memungkinkan data kelahiran bayi dari fasilitas kesehatan langsung tersambung ke sistem administrasi kependudukan, sehingga orang tua tidak perlu lagi bolak-balik mengurus dokumen anak yang baru lahir.

Inovasi bernama SINERGI 5.0 (Sistem Integrasi dan Kolaborasi Digital Governance 5.0) ini mengintegrasikan Mortality Data System (MDS) milik Dinas Kesehatan dengan sistem Lambidaro milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melalui API Bridge.

Project Leader SINERGI 5.0 yang juga Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang Adi Zahri menjelaskan bahwa selama ini data bayi yang lahir di rumah sakit, klinik, bidan, maupun puskesmas masih diproses secara terpisah antarinstansi.

“Melalui integrasi tersebut, data kelahiran yang diinput oleh operator fasilitas pelayanan kesehatan dapat diteruskan secara digital sehingga proses administrasi kependudukan dapat dilakukan lebih cepat,” kata Adi.

Baca Juga  Banjir Terjang Sumatera Selatan, 6.428 Hektare Sawah Terdampak, Puluhan Hektare Gagal Panen

Dengan sistem ini, data kelahiran yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perangkat daerah kini bisa saling terhubung. Dinas Kesehatan memakai data tersebut untuk kepentingan kesehatan bayi, sementara Dukcapil memanfaatkannya untuk mempercepat penerbitan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, dan akta kelahiran. Dokumen fisik tetap dicetak oleh Dukcapil.

Adi menambahkan, ke depan dokumen yang sudah selesai diarahkan agar bisa diserahkan langsung melalui fasilitas kesehatan tempat bayi dilahirkan, sehingga orang tua tak perlu datang ke kantor Dukcapil.

SINERGI 5.0 merupakan proyek perubahan yang disusun dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan V Tahun 2026, dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang berperan sebagai agregator, integrator, dan orkestrator layanan digital lintas perangkat daerah.

Baca Juga  PMI Kurang 2.000 Kantong Darah/Bulan, Dewi Sastrani Ajak Warga Donor Darah

Quick win yang dipilih adalah integrasi data kelahiran MDS Dinas Kesehatan dengan Lambidaro Dukcapil melalui API Bridge, langkah awal menuju layanan kependudukan yang lebih proaktif tanpa membebani masyarakat untuk menghubungkan satu layanan dengan layanan lain.
Implementasi awal sudah mencatat sejumlah capaian, mulai dari pembentukan tim lintas sektor, penandatanganan SOP tata kelola pertukaran data, arsitektur interoperabilitas, dokumentasi API Bridge, hingga uji coba menggunakan data dummy.

“Sekarang program ini sudah mulai berjalan di beberapa rumah sakit, puskesmas, dan bidan di Palembang, di antaranya RSUD Palembang Bari, RSUD Gandus, Klinik Pak Haji, dan Bidan Vitri Suzanti,” ujar Adi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button