Prestasi MTQ/STQH Sumsel “Terbang” Bersama Ki Mudrik Qori

USAHA dan kerja keras Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2021 – 2025, yang diketuai Drs KH Mudrik Qori, MA, dalam tiga tahun ini naik significant.
Setelah 16 tahun “tenggelam”, tiba-tiba naik ke peringkat 3 nasional di ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) dan 5 besar nasional di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional. Peringkat tersebut, membuktikan bahwa di tangan “sang ulama terbang”, prestasi kafilah Sumsel di kedua ajang tersebut, bak “terbang.”
Kiai Mudrik Qori yang lahir di “Makkah kecik” Sakatiga, 14 Agustus 1963, memang bukan orang sembarangan di dunia seni membaca dan menghapal ayat-ayat suci Al-Quran.
Di Pondok Pesantren (Ponpes) yang dipimpinnya, Ma’had Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumsel, hal tersebut sudah sangat intens diajarkan. Karena itu tak heran sekitar 60 persen para peserta lomba MTQ dan STQH tingkat Provinsi Sumsel berasal dari santri, SDM, dan alumni Al-Ittifaqiah. Di pondok yang berusia lebih dari setengah abad ini sudah lama berdiri Lemtatiqi, sebuah lembaga yang menyiapkan para ahli seni membaca dan menghapal Al-Quran.
Juga ada kelas execelent Al-Quran. Selain itu di kalangan pondok dan di masyarakat, Ki Mudrik Qori dikenal sebagai guru tilawah dengan 1001 lagu.
Untuk mengangkat prestasi kafilah Sumsel di ajang nasional, Ki Mudrik Qori memang bekerja keras, dengan melakukan terobosan.
Berkolaborasi dengan Pemprov Sumsel (Biro Kesra Sumsel) dan Kanwil Kemenag Sumsel, berbagai inovasi dilakukannya. Yang palingkan nyata adalah memperbaiki sistem penilaian oleh Dewan hakim, yakni mulai menggunakan IT.
Sistem live scoring dengan interval nilai yang ketat, mulai diberlakukan pada MTQ Provinsi Sumsel tahun 2022. Dengan sistem inii maka penilaian berbau subjektifitas oleh Dewan hakim dapat dicegah. Dewan hakim juga harus mampu mengoperasikan laptop, karena dalam menilai tidak lagi secara manual.
Upaya ini terus dibenahi dan ditingkatkan pada ajang STQH Sumsel tahun 2023, dan MTQ Sumsel tahun 2024, hasilnya cukup menakjubkan. Dengan penilaian peserta MTQ dan STQH tingkat provinsi yang lebih fair dan transparan tersebut, maka dihasilkan para pemenang yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Dan hasilnya memang nyata, saat ini di ajang MTQ Nasional tahun 2024 di Samarinda Kaltim, Sumsel berada di peringkat 5 nasional. Lalu di ajang STQH Nasional tahun 2023 di Jambi, Sumsel masuk tiga besar nasional. Terbaik di luar Jawa.
Selain pembenahan di bidang penilaian lomba, upaya lain yang dilakukan Pengurus LPTQ Sumsel yang dikomandoi Kiai Mudrik Qori, adalah meningkatan kualitas hakim, juga penggunaan hakim dan pelatih nasional, serta “Turba” ke daerah-daerah memotivasi dan melatih Dewan hakim di kabupaten/kota di seantero Sumsel.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai LPTQ Sumsel, Ki Mudrik Qori memang tidak kenal lelah dalam berjuang. Didukung tim yang solid dan capabel, Ki Mudrik tak henti berikhtiar. Termasuk mengupayakan kenaikan anggaran LPTQ Sumsel. Loby-loby ke pihak-pihak terkait, guna memberikan pemahaman tentang perlunya dukungan anggaran bagi LPTQ terus dilakukan.
Termasuk mengetuk hati pimpinan BUMN dan BUMD. Kendati masih belum sesuai harapan, namun penambahan dana tersebut, sudah sangat membantu dalam pembinaan para Ahlul Quran, khususnya untuk keperluan pembinaan para peserta MTQ/STQH nasional dari Sumsel.
Memang masih ada tantangan yang harus terus diperjuangkan oleh LPTQ Sumsel, yakni mengantarkan peserta tilawah dewasa meraih juara nasional. Hingga saat ini prestasi di cabang tilawah yang dicapai Sumsel, baru juara 3 Tilawah Remaja putra, Juara 2 Canet Putri, dan juara 3 tilawah anak-anak. Untuk tilawah dewasa baru mampu mempersembahkan juara harapan 3, dan peringkat 10 besar untuk cabang tilawah dewasa putra.
Tentu sebagai pelatih tilawah, ini menjadi PR Ki Mudrik Qori. Kita do’akan senoga pada ajang STQH Nasional di Kendari Sulawesi Tenggara bulan Oktober 2025 ini, harapan tersebut bisa terwujud. Aamiin (ica)



