PENDIDIKAN
Kawah Tengkurep — Gelaran Lengkap Sejarah, Arsitektur, dan Nilai Budaya

Kawah Tengkurep — Gelaran Lengkap Sejarah, Arsitektur, dan Nilai Budaya
1. Asal-Usul dan Nama
- Nama Kawah Tengkurep berasal dari bahasa Palembang: kawah (wadah/wajan) dan tengkurep (terbalik). Bentuk atap cungkup makam yang menyerupai kawah terbalik menjadi inspirasi utama penamaan situs ini (Indonesia Kaya, infokitonian.blogspot.com).
2. Sejarah & Pembangunan
- Kompleks ini didirikan pada tahun 1728 M atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo (memerintah 1724–1757/58) (Indonesia Kaya, RRI, Kisah Keluarga Nara, sumeks.disway.id).
- Bangunan kubah atau gubah di area inti dibangun kemudian oleh Sultan Ahmad Najamuddin Adi Kesumo (sumeks.disway.id, Repository UIN Raden Fatah Palembang).
3. Arsitektur dan Bahan
- Dibangun tanpa semen, menggunakan bahan tradisional: kapur pasir, putih telur, dan batu (Indonesia Kaya, giwang.sumselprov.go.id).
- Kompleks memiliki 4 cungkup utama, satu di antaranya memiliki atap berbentuk kawah terbalik (gubah) yang menjadi pusat makam Sultan dan kerabat dekat (Repository UIN Raden Fatah Palembang).
- Tiap cungkup menyimpan makna simbolis—menjaga kehormatan makam sultan, putra-putrinya, serta pejabat dan panglima Kesultanan (Destinasi Travel Indonesia).
4. Tokoh yang Dimakamkan
Cungkup 1 (gubah utama):
- Sultan Mahmud Badaruddin I
- Istrinya:
- Ratu Sepuh (Demak, Jawa Tengah)
- Ratu Gading (Kelantan, Malaysia)
- Mas Ayu Ratu (keturunan Tionghoa)
- Nyai Mas Naimah (Palembang)
- Imam Sayyid Idrus Al-Idrus, guru agama Sultan (infokitonian.blogspot.com, Kisah Keluarga Nara, Repository UIN Raden Fatah Palembang, Sindonews Daerah).
Cungkup dan area lain:
- Terdapat makam Sultan Ahmad Najamuddin dan Sultan Muhammad Bahauddin sebagaimana disebut dalam dokumen akademis (Repository UIN Raden Fatah Palembang).
- Makam bagi keturunan, abdi dalem, ulama dan panglima terletak di area depan dengan ukuran nisan lebih kecil (infokitonian.blogspot.com, Kisah Keluarga Nara, Sindonews Daerah).
5. Signifikansi Budaya & Religius
- Situs ini adalah singkatan nilai sejarah, religi, dan warisan Islam Melayu, menjadikannya penting sebagai wisata religi dan ziarah (RRI, Indonesia Kaya, Good News from Indonesia, rmolsumsel.id).
- Juru kunci makam (Ichsan) menegaskan bahwa pengunjung datang untuk mendoakan para Sultan, bukan meminta—karena hal itu dianggap syirik; sebaliknya, doa di sana diyakini akan dibalas doa oleh para pejuang dan Sultan (Indonesia Kaya).
- Setiap bulan Sya’ban, rutin diadakan Ziarah Kubro (haul besar)—menarik ulama dan peziarah dari dalam maupun luar negeri (Indonesia Kaya, Good News from Indonesia).
6. Kondisi & Pelestarian
- Bagian dalam kompleks (gubah utama) relatif terawat, namun bagian luar menunjukkan tanda-tanda kurangnya pemeliharaan: papan informasi banyak yang buram, dan lingkungan terlihat kurang diperhatikan (Kisah Keluarga Nara, siipuljalanjalan.com, rmolsumsel.id).
- Ichsan mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat Palembang agar situs ini tetap lestari dan bisa dijadikan media edukasi sejarah (Indonesia Kaya, Kisah Keluarga Nara).
7. Lokasi & Aksesibilitas
- Terletak di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, dekat dengan jalan raya (Jl. Perintis Kemerdekaan) dan mudah dijangkau oleh angkutan umum seperti angkot, Trans Musi, ojek, maupun taksi (infokitonian.blogspot.com).
8. Konteks Kesultanan Palembang
- Sultan Mahmud Badaruddin I dikenal sebagai pemimpin yang berhasil memelihara stabilitas pemerintahan, mengembangkan infrastruktur kota, dan memperkuat pertahanan ekonomi, terutama melalui komoditas seperti lada dan timah (penguasaan Bangka dan Belitung), serta membangun Masjid Agung Palembang dan Kuto Lamo (Kuto Tengkuruk) sebagai pusat pemerintahan (Wikipedia, Kisah Keluarga Nara).
Ringkasan Lennkap dalam Tabel
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Nama & Makna | Kawah Tengkurep = kubah/bangunan seperti wajan terbalik |
| Pembangunan | 1728 M oleh Sultan Mahmud Badaruddin I; gubah ditambah Sultan Ahmad Najamuddin |
| Bahan | Kapur pasir, putih telur, batu (tanpa semen) |
| Tokoh Dimakamkan | Sultan, empat istri, guru agama, keturunan, panglima, ulama |
| Nilai Budaya | Situs religius dan sejarah penting; ziarah harian & haul Sya’ban |
| Kondisi Saat Ini | Gubah utama terawat; area luar butuh perhatian lebih |
| Akses Lokasi | 3 Ilir, Ilir Timur II; mudah diakses dari jalan besar dan transportasi umum |
| Konteks Kesultanan | Periode kejayaan Palembang abad ke-18; pembangunan infrastruktur dan pengelolaan perdagangan timah |
Makna Kawah Tengkurep melampaui fungsinya sebagai kompleks makam—ia adalah simbol zaman, keimanan, dan identitas Melayu Palembang.
Editor: Bangun Lubis



